Bahasa Asing makin Mentereng, Bahasa Indonesia Terpinggirkan

Bahasa Asing makin Mentereng, Bahasa Indonesia Terpinggirkan

Bahasa Asing makin Mentereng, Bahasa Indonesia Terpinggirkan

Pemerintah maupun masyarakat makin marak menggunakan arti di dalam bahasa asing. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pun makin terpinggirkan.

Bahasa Asing makin Mentereng, Bahasa Indonesia Terpinggirkan

Sebuah papan reklame memuat informasi Asian Games di dalam bahasa Inggris terpajang di tidak benar satu sudut kota Solo, Selasa (31/7). Tak hanya itu, papan dari Pemkot Solo terhitung memasang informasi menggunakan bahasa campuran, Indonesia dan Inggris, yang ditemukan di berbagai wilayah. Perguruan tinggi punya pemerintah atau kampus negeri di Solo pun tak luput memasang arti di dalam bahasa asing, tanpa padanan kata di dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan arti bahasa asing di dalam berbagai lembaga pemerintah, aktivitas internasional, maupun area publik jadi sorotan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Juru berkata lembaga tersebut, Gufran Ali Ibrahim, Senin (30/7) menyebutkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara makin terpinggirkan.

Gufran menyebutkan berbagai event internasional, pidato pejabat negara, aktivitas pendidikan tinggi, hingga pemerintah tempat pun tak luput menentukan memakai bahasa asing daripada bahasa Indonesia.

“Negara-negara lain yakni Jepang, China, dan Rusia memasang bahasa negara secara maksimal. Kalau lihat secara seksama sementara Piala Dunia kemarin, pengisi acara dan seluruh aktivitas berbahasa Rusia baru kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris. Rusia terlalu menjunjung bahasa negaranya,” papar Gufran.

Ia menambahkan, “Berbeda bersama dengan di negara kami yang jadi lebih hebat bersama dengan Welcome to Batam daripada Selamat Datang di Batam. Ini perumpamaan kecil dan masalah bagi kami semua. Kami menghendaki dari Solo ini ada permohonan dan gerakan untuk menguatkan faedah Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Apakah jika orang terlebih Warga Negara Indonesia tidak menggunakan bahasa negaranya di dalam keadaan apa pun mampu dijerat hukum? Ternyata ada Undang-Undangnya.”

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan sudah menyurati seluruh pemerintah tempat di tingkat Provinsi supaya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara daalam berbagai kegiatan, terhitung aktivitas berskala internasional. Jepang dan Rusia jadi negara pedoman Badan Bahasa di dalam pemanfaatan bahasa negara di berbagai wilayah dan kegiatan. Namun belum ada pergantian yang signifikan. https://www.ruangguru.co.id/

Wakil Rektor 4 Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Profesor Widodo Muktiyo menyebutkan masih kerap menemui pemanfaatan arti asing di kampus punya pemerintah ini. Menurut Widodo, pihaknya bakal jalankan evaluasi di dalam berbagai aktivitas akademis di kampus untuk menekankan pemanfaatan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

“Kalau di lingkungan perguruan tinggi kerap kami temukan apakah sih manfaatnya menggunakan bahasa asing sebagai bahasa unversal. Kalau di dalam arti politik dunia, bahasa universal yang dipakai untuk berkomunikasi sebagai bentuk hegemoni, menguasai dunia.”

Undang-Undang nomer 24 th. 2009 mengatur pengutamaan pemanfaatan bahasa negara, bahasa Indonesia, di dalam berbagai aktivitas pemerintahan maupun masyarakat.