Contoh Puisi Singkat

Contoh Puisi Singkat
Contoh Puisi Singkat

Contoh Puisi Singkat

Contoh Puisi Singkat
Contoh Puisi Singkat

Pedih

Belum hilang semua yang berlalu.
Kau bakar siang malamku jadi bara.
Aku sudah terbiasa terluka.
Hingga jejak hilang jangan hiraukan.
Karena sudah tak lagi peduli lagu pedih.
Pedih sedih penyayat penat dalam hati.

Sabda Bumi

Bulan memudar menari cantik menarik hati.
Hitam memang menang menyerang terang.
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari.
Bersama untaian senandung salam sedari pagi.

Waktu Yang Menjawab

Namun detik demi detik kian berlalu.
Saat hati teringat tertawa terdengar merdu.
Saat mata ini melihat melalui medan kenangan.
Semua telah hilang hiraukan tertelan hitam.
Bagai dedaunan dengan lemah terurai tanah.
Yang tak bisa kembali tampak seperti semula

Menangislah sobat

Memang sangat membosankan juga melelahkan.
Bahkan menjenuhkan menjengkelkan hati,
Tubuh membeku tak tahu kapan mencair.
Terdiam bisu tanpa tatapan yang tabu,
Teteskan air mata jika hati terisak.
Terisak teriak tertahan luka.
Berteriaklah sepuasmu sesukamu semaumu.
Tuk lepaskan letih lelah lalu bahagia

Tentang Hatiku

Acapkali aku ingin mengabaikanmu dan membencimu.
Menghapus semua tentang tertawa yang terdahulu.
Kalbuku mengingat, mengenangmu dan merindu.
Berharap waktu untuk menatap, menghuni bersama lagi.
Hari ini hanyalah mimpi hati yang hancur.

Caraku Mencintaimu

Tak menghubungimu juga tak mengirim pesan padamu.
Tuk menayakan kabar dan menyapamu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu.
Bukan membencimu tapi ku ingin menjagamu.
Tuk menjada kesucianku dan kesuciamu.
Menjaga kehormatanku dan kehormatanmu.
Menjaga kebeningan hatiku dan hatimu.
Mencintaimu dalam diamu menjadi bukti.