Habitus Adalah

Habitus Adalah
Habitus Adalah

Habitus Adalah

Habitus Adalah
Habitus Adalah

 

Apa yang penting dari sosiologi refleksif Bourdieu ialah

perubahan fokus analisis dari struktur dan pengalaman subjektif kepada tindakan sosial. Bourdieu memahami tindakan sebagaimana direfleksikan dan diproduksi oleh hubungan sosial yang objektif dan tafsir subjektif mengenai dunia. Terkait dengan itu, dia menciptakan gagasan ‘habitus’. Habitus ialah sistem yang berlangsung terus, disposisi yang dapat berubah, fungsi pra disposisi struktur yang terstruktur sebagai prinsip generasi dan tindakan yang menstruktur. Habitus bagi Bourdieu, menjadi konsep penting untuk mendamaikan gagasan struktur dengan gagasan tindakan. Habitus menurut

ourdieu dimaknai sebagai berikut:

  1. Sebagai kencenderungan empiris untuk bertindak dalam cara-cara tertentu (misal, gaya hidup);
  2. Sebagai motivasi, cita rasa, preferensi, dan emosi;
  3. Sebagai perilaku yang mapan;
  4. Sebagai jenis pandangan dunia atau pandangan kosmologi yang diarahkan oleh pelaku;
  5. Sebagai keterampilan dan kompetensi tindakan sosial;
  6. Sebagai aspirasi dan harapan tertaut dengan kesempatan hidup dan pilihan-pilihan karir.

Berbagai aspek habitus

tersebut tampak bahwa gagasan habitus adalah sekumpulan disposisi yang bergerak dari satu situasi ke situasi lainnya. Ide ‘disposisi’ mencakup aspek kognitif dan motivasional yang terhubung dengan perilaku teratur setiap saat. Bourdieu menekankan habitus terkait dengan ketidaksadaran atau kegiatan non refleksif. Habitus tidak didasarkan atas nalar melainkan ‘keputusan impulsif’ yang dihasilkan atas tindakan. Habitus memungkinkan kita bereaksi secara efektif dalam segala segi kehidupan kita. Dengan habitus, manusia menjadi makhluk yang kompeten. Habitus sebagai sumberdaya dan disposisi yang kita laksanakan, dalam pikiran dan tubuh kita, yang dapat diterapkan di berbagai bentukan sosial yang ada. Habitus memudahkan kita mengembangkan diri, dan menavigasi jalan kita menuju tantangan, episode, dan keputusan-keputusan. Namun, habitus terkait secara sistematis dengan ketidaksetaraan di dalam masyarakat, dipolakan oleh kuasa dan kelas sosial. Ketidaksetaraan yang menghasilkan tindakan praktis kerap mereproduksi struktur objektif yang membuat mereka menjadi produk. Simpulan Bourdieu, habitus memungkinkan kita mengembangkan pola-pola tindakan hidup. Habitus kadangkala mempersenjatai kita dengan hasrat, motivasi, pengetahuan, keterampilan, rutinitas, dan strategi yang mereproduksi status inferior. Saran Bourdieu adalah agar keluarga dan sekolah memainkan peran penting dalam mengalokasikan secara berbeda mengenai habitus. Dalam hal ini, peran modal budaya menjadi penting.

Baca Juga :