Hong Kong Lifestyle Expo bidik importir RI

Hong Kong Lifestyle Expo bidik importir RI

Hong Kong Lifestyle Expo bidik importir RI
Hong Kong Lifestyle Expo bidik importir RI

Hong Kong Trade Development Council atau HKTDC menggelar Hong Kong Lifestyle Expopada 15–17 Maret 2012 di Jakarta Convention Center. Pameran yang akan diikuti sekitar 200 perusahaan dari Hong Kong tersebut membidik para importir dari Indonesia.

Sebelum ke Jakarta, pameran ini diselenggarakan di China, India, dan Polandia. Regional Director Southeast Asia and India HKTDC Loretta Wan mengatakan, pihaknya tidak menargetkan besaran transaksi yang harus tercapai dalam pameran. Alasannya, kegiatan ini lebih bertujuan untuk mengenalkan produk.

”Dalam pameran ini, target kami lebih pada kerja sama business to business. Jadi bukan untuk konsumen secara massal,” ujarnya dalam promosi Hong Kong Lifestyle Expo di Surabaya, Kamis 16 Februari 2012.

HKTDC juga menawarkan kesempatan penyelarasan usaha, publikasi, dan bantuan pencarian data secara online. Pameran ini ditujukan bagi para importir, distributor, peritel massal, bisnis pesanan lewat pos (mail-order), serta pengusaha department store dan toko-toko khusus di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya.

Berdasarkan data tahun lalu, total perdagangan antara Indonesia dan Hong Kong mencapai nilai lebih dari USD5,8 miliar, atau tumbuh sebesar 8 persn dari 2010.

”Saya kira acara ini bisa menjadi kesempatan emas bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar,” kata Loretta Wan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Tetap Pengendalian Impor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Judi Purwoko mengatakan, pasar Amerika Serikat dan Eropa sekarang sedang turun karena krisis.
ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi sasaran pasar pelaku pasar global. Tak hanya pengusaha Hong Kong yang bisa pameran di Indonesia, pengusaha dalam negeri juga sering pameran di Hong Kong.

”Kami juga harus pameran ke luar juga.Kalau untuk produk yang sifatnya massal, kami belum bisa bersaing. Tapi kalau buatan tangan, produk Indonesia tidak kalah dengan luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga :