Hukum” 15 Menit Dalam Belajar

Hukum” 15 Menit Dalam Belajar

Hari ini saya mempunyai mainan tamiya ke kelas. Materi belajar hari ini adalah menghitung kecepatan. Kompetensi dasar yang wajib mereka kuasai adalah jarak, kecepatan, dan waktu. Tulisan ini akan lebih membahas pada anggota problem solving yang memerlukan “hukum” 15 menit sebagai ukurannya.

Terlebih dahulu, kita ulik proses awal, yaitu penanaman konsep. Bagian ini merupakan anggota yang paling krusial. Biasanya, anak tidak menyukai matematika atau pelajaran lain dikarenakan tidak benar pada sentuhan pertama. Pada pertemuan kali ini, saya mempersiapkan tiga uji coba sebagai penanaman rancangan dalam belajar.

Jika dalam belajar di kelas, kamu sudah jadi biasa membangun rancangan awal yang variatif, maka tujuh paragraf selanjutnya bisa kamu lewati dan segera masuk ke materi “Hukum 15 menit Dalam Belajar”. Namun, kecuali kamu ingin membacanya, insyaAllah tersedia durian runtuh sebagai kejutan. Hehe.

Pertama, saya mengajak murid ke lapangan. Jarak tempuh sudah ditandai, tepatnya pada jarak 20 meter.

“Anak-anak, bayangkan kalian adalah mobil dengan merek berbeda-beda. Kalian pasti tahu bahwa Ferr*ri tidak sama kecepatan dengan mobil lain. Hari ini, bapak ingin memberikan hadiah mobil Ferr*ri kepada kalian. Selamat ya….! Bukan, bukan, hari ini kita akan belajar kecepatan. InsyaAllah, kita akan beroleh mana mobil ferr*ri, mana mobil H*nda, dan mana yang p*jero. Mari kita mulai!”.

Seorang murid siap berlari menempuh jarak 20 meter. Di tanganku, sudah tergenggam stopwatch. Aku menghendaki murid selanjutnya berlari secepatnya menempuh jarak tersebut. Aku menghendaki sampai lima murid saja. Begitu seorang anak berlarisampai finish dan stopwatch saya berhentikan, maka saya sampaikan,

“waktunya si A adalah sepuluh detik. Jadi, anak-anak, kecepatan si A adalah 20 m/10 detik. Maksudnya, dia bisa menempuh 20 meter dalam waktu 10 detik. Sedangkan waktu punya si B adalah delapan detik. Jadi, siapa yang punyai kecepatan lebih tinggi? Dan berapa kecepatannya”.

Praktik kedua. Aku menghendaki beberapa anak secara bergantian untuk berjalan dengan kecepatan stabil sepanjang tiga puluh detik. Kemudian, murid akan menghitung berapa jarak yang ditempuh anak tersebut. Kemudian, anak-anak akan menyimpulkan kecepatan dengan kalimat …meter/30 detik.

Ketiga. Aku menghendaki anak-anak untuk menghitung kecepatan tamiya pada lintasan lurus dengan jarak tertentu.

Setelah proses belajar di luar kelas sudah selesai, maka saya tancapkan kembali pemahaman mereka dengan bhs matematika di kelas. Begitu selesai, murid belajar menyelesaikan problem-problem sederhana.

Sekarang, mari kita masuk ke “Hukum” 15 menit dalam belajar.

Beberapa psikolog pernah meneliti tentang waktu ini, yaitu antara 10 sampai 20 menit. Sebuah waktu yang kita sediakan untuk mengujicoba ketahanan seseorang dalam menyelesaikan masalah. Kita ambil obyek terendah saja, yaitu 10 menit.

Misalnya, materi kecepatan layaknya di atas, kita bagi dalam beberapa level untuk penyelesaian masalah. Pada level pertama, setelah anak-anak kita tuntun mendapatkan rumusnya sendiri dalam menghitung kecepatan, maka kita memberikan tantangan dengan memilih jam berangkat atau jam kedatangan seseorang dikala berkendara dengan kecepatan tertentu.

Ketika anak sudah punyai rancangan dasar, jangan tergesa-gesa untuk memberikan bantuan. Gunakan “Hukum” 15 menit dalam belajar ini! Mintalah anak untuk berusaha menyelesaikannya sepanjang sepuluh menit atau 15 menit. Di waktu tersebut, pastikan tidak tersedia yang diam. Minimal, tersedia coretan yang dia tulis, tersedia analisa yang dia pikirkan, dan tersedia keresahan yang muncul.

“Hukum” 15 menit bermakna kecuali seorang anak bisa bertahan sekurang-kurangnya 15 menit, atau kita turunkan menjadi 10 menit saja, dalam bisnis mencoba-coba barangkali untuk menyelesaikan sebuah persoalan, maka kita bisa lihat uraian rasa ingin tahu dan kegigihan dalam diri seorang anak. 15 menit adalah sekurang-kurangnya energi juang untuk anak lulus sekolah menengah atas atau sederajat. Untuk kelas di bawahnya silakan sesuai dengan waktu sekurang-kurangnya 10 menit.

Seorang kawan bercerita tentang kelasnya di kelas 2 SD, yang kurikulum waktu ini terkandung materi perkalian dan pembagian. Setelah jalankan penanaman rancangan perkalian melalui benda konkret tentang perkalian, maka guru selanjutnya memberikan tantangan soal cerita. Dia memakai “hukum” 15 menit dalam belajar.

“Instruksi wajib lengkap sehingga anak tidak bingung apa yang wajib dilakukan”, katanya. Betul, penanaman rancangan dasar wajib tuntas dan tahu berdasarkan nalar yang baik. Juga, penanaman rancangan yang memakai pendekatan hafalan bisa memicu kebingungan. Ujung-ujungnya anak akan bertanya, “Pak, ini diapain pak?”.

Cobalah “hukum “ ini kecuali terasa cocok. Evaluasilah sendiri atau dengan kawan sehingga praktiknya bisa dimodifikasi dan semakin baik.

Apakah barangkali untuk pelajaran lain? Sangat mungkin. Pesan utamanya adalah menggerakkan level anak berasal dari peniru menjadi pengolah dan peramu, lantas menjadi penemu.

Terimakasih.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/