Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun

Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun
Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun

Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun

Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun
Januari-Maret, Bank BJB Salurkan Kredit Rp. 71 Triliun

JAKARTA – Bank BJB membuka awal tahun 2018 dengan berhasil mencatatkan total aset

(tidak termasuk anak perusahaan) sebesar Rp. 110,8 triliun atau tumbuh sebesar 13% year on year.

Disamping itu, Net Interest Income pada Triwulan I tahun 2018 adalah sebesar Rp. 1,4 triliun atau tumbuh sebesar 3,6% year on year sejalan dengan ekspansi kredit yang mencapai 13,2% year on year (tumbuh diatas pertumbuhan kredit industri perbankan Februari 2018 yang sebesar 8,32%).

Adapun Outstanding kredit Bank BJB tercatat sebesar Rp. 71 triliun, atau tumbuh sebesar 13,2% dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit ditopang dari kredit konsumer yang menjadi pilar pertama bisnis Bank BJB, dimana segmen ini mampu tumbuh sebesar Rp. 2,7 triliun atau sebesar 6,2% year on year.

Salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer yaitu meningkatnya pertumbuhan kredit

pensiunan yang naik menjadi Rp. 10,6 triliun. Segmen lain yang memberikan kontribusi tinggi bagi perseroan adalah kredit korporasi dan komersial yang berhasil tumbuh Rp. 3,4 triliun atau 38% year on year hingga mencapai Rp. 12,6 triliun. Total kenaikan kredit korporasi dan komersial ini sebagian besar merupakan kredit-kredit yang bersumber dari proyek pemerintah (APBD/APBN) serta kredit lain yang tingkat risikonya relatif rendah dan terukur.

Disamping itu, segmen mikro berhasil tumbuh 32,5% year on year yang disalurkan melalui BPR dan LKM serta Mikro dengan model clustering sehingga kualitas kredit UMKM ini dapat terjaga dengan baik. Pada sisi pendanaan, Bank BJB berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dengan didukung pengembangan IT yang baik. Upaya tersebut bertujuan untuk dapat mempermudah layanan transaksi nasabah. Hal tersebut menjadi salah satu strategi bank bjb untuk meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga.

Bank BJB berhasil mencatatkan dana pihak ketiga pada triwulan I tahun 2018 sebesar Rp. 87 triliun

atau tumbuh sebesar 11,3 % year on year, diatas pertumbuhan dana pihak ketiga industri perbankan per-Februari 2018 yang sebesar 8,44%.

Pada Triwulan I 2018, Bank BJB mencatat pertumbuhan Fee Based Income sebesar 54,3%. Kontribusi positif ini berhasil membawa Laba sebelum CKPN di Triwulan I 2018 sebesar Rp. 658 miliar, naik 11,6% year on year. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp. 454 miliar. Rasio-rasio keuangan dapat terjaga dengan baik dimana Net Interest Margin (NIM) berada pada level 6%, ROA dan ROE berada pada level 1,6% dan 17,2%.

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan menyampaikan membuka awal tahun ini, di triwulan pertama 2018, Bank BJB berhasil melakukan efisiensi yang terlihat dari Cost to Income Ratio yang mengalami penurunan dari 68,9% di Triwulan I tahun 2017 menjadi 62,7% di Triwulan I tahun 2018.

“Efisiensi biaya operasional dibarengi dengan pengelolaan kredit yang baik, yang tercermin dari stabilnya rasio NPL, dimana per Triwulan I tahun 2018, NPL gross sebesar 1,6%, atau terjaga jika dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2017. Rasio NPL tersebut jauh dibawah rasio NPL Indunstri Perbankan Februari 2018 yang sebesar 2,88%,” jelasnya.

Berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, Bank BJB juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset. LDR berada pada level yang sehat yakni sebesar 81,6% dan kami akan terus mengoptimalkan LDR ke level yang lebih tinggi agar NIM menjadi lebih optimal. Seiring dengan keberhasilan Bank BJB meningkatkan laba, maka rasio permodalan atau CAR terjaga di level 17,3%.

“Guna meningkatkan kualitas struktur pendanaan, pada triwulan II tahun 2018 ini bank bjb akan melakukan proses penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi Bank BJB Tahap II Tahun 2018, dimana penerbitan surat berharga ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi bank bjb dan Obligasi Subordinasi Bank BJB tahap I tahun 2017, dengan total target dana yang diperoleh sebesar Rp. 2 triliun.

“Kami harapkan dengan adanya diversifikasi ini, dapat meningkatkan kualitas struktur pendanaaan yang kami miliki sehingga memberikan keleluasaan bagi Bank BJB dalam melakukan ekspansi kredit di masa-masa yang akan datang,” tambah Irfan. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/