Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya

Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya
Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya

Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya

Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya
Mengenal Refleksi Dalam Tugas Dan Berbagai Bentuknya

A. Refleksi dalam tugas

Tujuan utuh pendidikan itu merupakan rujukan segenap upoaya pengembangan manusia indonesia seutuhnya dan model rumusan tup tentang mausia dapat berfariasi, sebagaimana tertuang dalam UU No 20 Th 2003 tentang pendidikan nasional pasal 03 dengan demikian gambaran manusia indonesia seutuhnya sebagai refleksi TUP itu bukan hanya dikonseptualkan secara ideal dan abastrak saja melainkan dapat juga dijabarkan.

Tindakan – tindakan yang seyogyanya dilakukan secara berjenjang dan bertahap diantaranya :
1. tingkat struktural ( organisasi penyelenggara sistem pendidikan nasional ditingkat pusat dan daerah )
2. tingkat institusional ( satuan tingkat pelaksana penyelengara sistem pendidikan baik pada jalur sekolahan maupun laur sekolah )
3. tingkat operasional ( satuan pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran

B Berbagai Bentuk Refleksi Profesional

Kemampuan seseorang untuk sanggup dan mau merenungkan, memahami dan menyadari pengalaman- pengalaman masa lalu dal;am hidupnya merupakan hakikat refleksi diri. Melakukan refleksi profesional itu sangat penting , tugas pekerjaan helping profesion sangat erat dengan masalah kelangsungan hidup dan nasib masa depan klien/customer.misalnya jika konselor slah mendiagnosis masalah yang dialami siswa yang pada awalnya membantu justru malah sebaliknya ( merusak ).

IPTEK sejkarang ini sangat mempengaruhi bidang profesi kependidikan dan keguruan terutama dalam hal antara lain :
a. muatan dan kemasan kurikulum bahan ajarnya
b. strategi dan metodologi atau teknolgi pembelajarannya
c. menejemen sistem pendidikan umumnya dan sistem pembelajaran pada khususnya
Fishbein Dan Ajzen ( 1975 ) menunjukkan Tiga Kecenderungan dalam sikap terhadap suatu hal yang dihadapinya :
a. orang akan menerima kenyataan apa adanya, maksudnya disini seorang guru/ pendidik itu menyikapi tugas2 profesioanalnya secara positiv
b. seseorang itu kemungkinan menyikapi suatu hal yang dihadapinya dengan diliputi keraguan – keraguan
c. orang sebaliknya akan menolak ( tiadak setuju ) bahkan secara sadar maupun tidak sadar sangant menlak ( sangant tidak setuju ) terhadap suatu hal yang dihadapinya, itu berarti seorang guru sangat mungkin menyikapi tugas-tugas profesi anak didiknya secara negatif.

Johnson dan kawan2 ( 1972 ) menempatkan unusur sikap dan kepribadian guru dalam posisi sturukrural perangkat komponen kopentensi/kemampuan profesional tenaga kependidikan dengan tujuan membangun perangkat komponen kopetensi prasyarat bagi terbentuknya kemahiran penampilan profesional yang bisa dirasakan langasung oleh klien atau siswa yang menerima perlakuan darii guru yang bersangkutan.

 

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)