Mengenal Tentang Angin

Mengenal Tentang Angin
Mengenal Tentang Angin

Mengenal Tentang Angin

Mengenal Tentang Angin
Mengenal Tentang Angin

Pengertian Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Pergerakan udara dapat terjadi oleh karena:

  • Gerakan rotasi bumi
  • Adanya perbedaan tekanan udara, dimana udara akan mengalir dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah.
  • Adanya perbedaan suhu dari daerah yang memiliki suhu / temperatur rendah ke wilayah bersuhu / temperatur tinggi
  • Adanya pergerakaan benda, dimana benda akan mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.

Meskipun udara berbentuk gas, tetapi udara juga memiliki berat, dan berat udara di atas permukaan tanah memberikankan daya tekan ke bumi. Inilah yang disebut tekanan udara. Udara yang mengembang menghasilkan tekanan udara yang lebih rendah. Sebaliknya, udara yang mampat menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi.

Terjadinya Angin

Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari, karena dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi di suatu daerah, maka daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah.

Perbedaan suhu dan tekanan udara akan terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas. Adanya perbedaan suhu dan tekanan ini akan menyebabkan udara mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi dan bersuhu rendah ke daerah yang bertekanan rendah dan bersuhu tinggi. Aliran udara yang terjadi itulah yang disebut angin. Semakin besar perbedaan tekanan udaranya, semakin besar pula angin yang bertiup.

Rotasi bumi membuat angin tidak bertiup lurus. Rotasi bumi menghasilkan Coriolis force yang membuat angin berbelok arah. Dibelahan bumi utara, angin berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi selatan angin berbelok ke kiri.

Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan. Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya.

Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin.

Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat, sehingga angin yang merupakan udara bergerak juga dapat membawa bau, baik bau yang harum maupun bau yang tidak sedap. 

Faktor-faktor yang berpengaruh pada kecepatan angin

Kecepatan angin dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:Faktor terjadinya angin, yaitu : Gradien Barometris, letak tempat tersebut, ketinggian tempat tersebut, dan waktu.

  • Gradien Barometris. Yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya angin akan bertiup semakin kencang.
  • Letak suatu tempat terhadap katulistiwa. Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari lainnya. Sebaliknya yang jauh dari garis khatulistiwa lebih lambat.
  • Ketinggian suatu Tempat. Semakin tinggi suatu tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup.
  • Waktu. Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.

Sifat Angin

Udara akan memuai bila dipanaskan. Udara yang memuai menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak naik. Akibatnya, tekanan udara akan turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin yang ada disekitarnya akan mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara kemudian akan menyusut, menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Diatas tanah, udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamakan konveksi.

Di bidang Meteorologi dan Geofisika, sangatlah penting untuk mengetahui tekanan udara dan kecepatan angin di suatu daerah. Untuk mengetahuinya, mereka yang bekerja di bidang ini menggunakan alat –alat sebagai berikut:

  • Anemometer, adalah alat yang mengukur kecepatan angin. 
  • Wind vane, adalah alat untuk mengetahui arah angin.
  • Windsock, adalah alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Alat ini banyak ditemukan di bandara-bandara.
  • Barometer, adalah alat untuk mengukur tekanan udara

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)