Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan

Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan
Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan

Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan

Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan
Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan

Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan

Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.
Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata di luar kelas. Pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan dapat mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka.

 

Model pembelajaran adalah

bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi peserta didik dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Sedangkan teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan

 

Melalui berbagai teknik pembelajaran.

Salah satu metode pembelajaran dalam bidang Sains, yang sampai sekarang masih tetap dianggap sebagai metode yang cukup efektif adalah pendekatan inkuiri. David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through inquiry (1993:64) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inkuiri merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain, inkuiri berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury, 1993:70).

 

Alasan rasional penggunaan metode inkuiri adalah

bahwa peserta didik akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Sains dan akan lebih tertarik terhadap Sains jika mereka dilibatkan secara aktif dalam “melakukan” Sains. Investigasi yang dilakukan oleh peserta didik merupakan tulang punggung metode inkuiri. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep Sains dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah peserta didik. Diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berfikir ilmiah tersebut (Blosser, 1990:92).

Pendekatan Inkuiri Berwawasan Lingkungan. Metode inkuiri yang mensyaratkan keterlibatan aktif peserta didik terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap Sains dan Matematika (Haury, 1993:67). Dalam makalahnya Haury menyatakan bahwa metode inkuiri membantu perkembangan antara lain scientific literacy dan pemahaman proses-proses ilmiah, pengetahuan vocabulary dan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan bersikap positif. Dapat disebutkan bahwa pendekatan inkuiri tidak saja meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep dalam Sains saja, melainkan juga membentuk sikap keilmiahan dalam diri peserta didik.

 

Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran

yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri peserta didik, sehingga dalam proses pembelajaran ini peserta didik lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Peserta didik benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inkuiri adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh peserta didik. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi peserta didik dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan peserta didik dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala,2009:71).

Berwawasan dalam pembelajaran fisika merupakan cara pandang peserta didik dengan menerapkan konsep-konsep fisika yang sudah dimiliki agar peserta didik memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan kinerja peserta didik dalam pembelajaran fisika.

Dari uraian tersebut maka dapat dikatakan bahwa pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan merupakan pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungannya sebagai sumber belajar sehingga proses berpikir ilmiah pada diri peserta didik dapat menyelesaikan masalah.

Baca Juga :