RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School

RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School
RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School

RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School

 

RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School
RI-Singapura Kerja Sama Dirikan Coding School

 

Menteri Komunikasi

dan Informatika Rudiantara dan Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menyaksikan penandatangan tiga kesepakatan kerja sama antara RI dan Singapura di bidang ekonomi digital. Penandatanganan kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) tersebut dilakukan di tengah-tengah penyelenggaraan Regional Investment Forum (RIF) di ICE BSD City, Tangerang, Senin (11/3).

Ketiga kesepakatan itu adalah MoU untuk mendirikan WeKode Coding School antara PT Rising Innovation Ventures dan SGFintech Pte Ltd, MoU untuk mendirikan co-working space antara PT WeKode Techno-Preneur Hub dan SGFintech Pte Ltd, dan MoU untuk penyediaan talenta digital antara PT Rising Innovation Ventures dan Glexindo.

Kerja sama ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu, guna mengatasi kurangnya talenta di bidang ekonomi digital di Indonesia. Kami menyambut baik inisitatif PT Rising Innovation Ventures dan SGFintech Pte Ltd untuk mendirikan coding school di Indonesia,” kata Rudiantara.

Menurut Menkominfo, WeKode akan menjadi sekolah coding RI-Singapura pertama yang rencananya akan didirikan di Indonesia. CEO PT Rising Innovation Ventures Jocelyn Luhur menyatakan, minat kaum milenial di bidang coding ini sangat tinggi, begitu juga permintaan pasar bagi coder.

“Kami berusaha

menjembatani kebutuhan tersebut dan kami yakin dengan didukung silabus dan program yang bagus dari Singapura, WeKode coding school dapat menciptakan talenta-talenta yang andal dan siap pakai bagi pelaku industri digital,” ucap wanita yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Amerika Serikat tersebut.

Selain pendirian coding school, WeKode sekali lagi bekerja sama dengan SGFintech Pte Ltd untuk mendirikan co-working space yang didesain khusus untuk menjadi inkubator-inkubator technopreurs bagi usaha rintisan (startups) Indonesia.

Presiden Direktur SGFintech Pte Ltd

yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fintech Singapura Hock Lai menyatakan, coding school harus didukung dengan pembangunan co-working space guna terciptanya sebuah ekosistem yang memadai.

“Untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi digital, kita harus menciptakan talenta yang andal dan ekosistem yang akan mendukung terciptanya unicorn-unicorn baru di Indonesia,” ucapnya.

Kerja sama antara pelaku usaha tersebut difasilitasi oleh KBRI Singapura yang pada kesempatan yang sama melakukan misi bisnis ekonomi digital dengan membawa 15 venture capitals asal Singapura ke Indonesia.

 

Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menekankan pentingnya perkembangan fintech dan blockchain serta tersedianya sumber daya manusia yang andal dalam bidang coding. Hal itu diperlukan untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diperkirakan bernilai 130 miliar dolar AS pada 2020.

Dengan valuasi ekonomi digital sebesar itu, Indonesia menjadi negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang diikuti Thailand dengan valuasi 43 miliar dolas AS.

“Indonesia perlu untuk memanfaatkan peluang ini. Karena itulah, KBRI Singapura menggandeng Asosiasi Fintech Singapura untuk melakukan kerja sama yang kita saksikan bersama ini,” kata Swajaya.

 

Sumber :

http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/penjelasan-struktur-kulit/