Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar

Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar
Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar

Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar

Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar
Asyik… 2.885 Sekolah di Jabar Diguyur Rp398 Miliar

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) bakal mengucurkan anggaran sebesar Rp398 miliar bagi 2.885 sekolah di Jabar.

 

Bantuan tersebut diberikan kepada satuan pendidikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.

Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam, mengatakan, 2.885 sekolah tersebut terbagi dua, yakni penerima BOS Afirmasi dan penerima BOS Kinerja.

Penerima BOS Afirmasi di Jabar berjumlah 2.424 sekolah, terdiri dari 2.131 SD, 245 SMP dan 48 SMA/SMK/SLB.

Sedangkan penerima BOS Kinerja berjumlah 583 sekolah, terdiri dari 348 SD, 103 SMP dan 135 SMA/ SMK/SLB.

Kedua dana bantuan tersebut, sambung Firman, memiliki fungsi dan tujuan berbeda.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 31 Tahun 2019 tentang Juknis BOS Afirmasi dan Kinerja, BOS Afirmasi bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Sedangkan BOS Kinerja, tambah Firman, bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

”Untuk BOS Afirmasi akan dioptimalkan untuk mengakses rumah belajar dan program pembelajaran berbasis digital yang dibuat mendikbud. Sedangkan BOS Kinerja diperuntukkan pengadaan alat guna menunjang proses pembelajaran,” katanya.

Sekdisdik mengimbau seluruh penyelenggara pendidikan di setiap satuan pendidikan dapat memastikan proses

penerimaan BOS berjalan lancar.

Melalui bimbingan teknis ini, seluruh peserta diharapkan mampu memahami petunjuk teknis BOS tersebut.

”Saya minta sekolah memberi pemahaman utuh kepada operator yang bertugas di sekolah. Pengorganisasian laporan dicek lagi, bendahara dan pengawas sekolah harus ikut membantu,” imbaunya.

Ia juga berharap pemberian BOS Afirmasi dan Kinerja ini bisa mendukung peningkatan pencapaian indikator mutu pendidikan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

 

Baca Juga :