Filsafat Pancasila

Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila

Table of Contents

Filsafat Pancasila

Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila

Konsepsi Filsafat Pancasila

Pancasila (jiwa bangsa Indonesia) => diwujudkan dalam bentuk tingkah laku dan amal perbuatan => kepribadian bangsa => pandangan hidup => filsafat hidup bangsa & dasar filsafat negara (harus dikembangkan sesuai kodrat manusia)



Pengertian Filsafat Pancasila

Ø  Secara etimologis: cinta kebijaksanaan yang berlandaskan lima asas.

Ø Secara umum: pemikiran secara kritik dan sistematik untuk mencari hakikat (kebenaran) lima prinsip kehidupan manusia.

Ø Secara terminologis:

  • Dasar penghayatan material: suatu pandangan hidup bangsa yang berketuhanan berkemanusiaan berpersatuan berkerakyatan dan berkeadilan
  • Dasar penghayatan formal: suatu ideologi negara yang berketuhanan berkemanusiaan berpersatuan berkerakyatan dan berkeadilan.



Tujuan Filsafat Pancasila

Ø  Secara umum: untuk menandingi filsafat komunis & liberalis.

Ø  Secara khusus:

  • Memahami dan menjelaskan lima prinsip kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara
  • Mengajukan kritik dan menilai prinsip tersebut
  • Menemukan hakikatnya secara manusiawi serta mengatur semuanya itu dalam bentuk yang sistematik sebagai pandangan dunia



Pancasila Dasar Filsafat Negara

Ø  Objek material: materinya sudah ada sejak bangsa Indonesia ada

Ø  Objek formal: dirumuskan oleh tokoh-tokoh kenegaraan pada sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang kemudian ditetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila



Pokok –pokok Pikiran Pancaran Pancasila

Ada empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945:

Fundamen Politik Negara:
1. Pokok pikiran persatuan => Dasar Negara
2. Pokok pikiran keadilan sosial => Tujuan Negara
3. Pokok pikiran kedaulatan => Sistem Negara

Fundamen Moral Negara:
4. Pokok pikiran ketuhanan dan kemanusiaan

Fundamen moral menjiwai fundamen politik.



Kesatuan dan Susunan Pancasila

  1. Susunannya adalah majemuk tunggal, merupakan satu kesatuan yang bersifat organik, sila satu dengan yang lainnya berkaitan erat.
  2. Bentuk susunannya adalah hierarkis piramidal.
  3. Kesatuan sila-sila Pancasila saling mengualifikasi (menyifati) sehingga merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.



Tiga Keseimbangan Pancasila

  1. Keseimbangan konsensus nasional

ð  Mempertemukan antara ide golongan Islam di satu pihak dan ide golongan nasionalis di lain pihak untuk menegakkan negara Pancasila yang dapat disebut sebagai Negara Theis Demokratis, negara demokrasi yang berketuhanan atau negara ketuhanan yang berdemokrasi.

  1. Keseimbangan  sistem masyarakat

ð  Menyeimbangkan sifat individu dan sifat sosial dalam kehidupan bermasyarakat untuk menegakkan negara Monodualis.

  1. Keseimbangan sistem kenegaraan

ð  Merupakan sintesis antara dasar-dasar kenegaraan modern tentang sistem demokrasi dengan tradisi lama kehidupan bangsa Indonesia yaitu sistem musyawarah mufakat, untuk menegakkan negara modern (negara dialektik).

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/