Memberi Kuliah yang Efektif

Table of Contents

Memberi Kuliah yang Efektif

Setiap dosen pasti idamkan dirinya jadi dosen yang efektif. Artinya, dosen yang sukses dalam edukatif mahasiswanya. Ukuran keefektivan dosen ini kebanyakan dilihat dari apakah ia sukses mengubah mahasiswanya (atau mendukung mahasiswa mengubah dirinya) dari posisi mula-mula tidak paham jadi tahu, tidak trampil jadi trampil, tidak memiliki sikap baik khusus jadi memiliki sikap baik tertentu. Untuk itu, banyak dosen yang lantas melacak dan menciptakan bermacam langkah pembelajaran yang efektif. Banyak penelitian sudah dilaksanakan di bidang itu dan hasilnya sudah makin lama mengembangkan pengetahuan pendidikan. Berbagai metode pembelajaran sudah ditemukan layaknya metode belajar aktif, belajar secara kolaborasi, problem-based learning, quantum learning, accelerated learning, di samping metode-metode pembelajaran yang sudah lama dikenal layaknya metode kuliah (ceramah), diskusi, belajar kelompok, pertolongan tugas, memicu ikhtisar isikan buku, dan sebagainya.

Di pada metode-metode tersebut, metode kuliah (ceramah) adalah keliru satu langkah menyajikan materi pembelajaran yang paling sering dipakai di kalangan dosen gara-gara metode ini dikenal sebagai metode mengajar yang murah, enteng dipersiapkan, dan mampu memberikan informasi/materi pembelajaran kepada banyak mahasiswa sekaligus. Namun, bahyak terhitung orang yang mengkiritik metode ini gara-gara membawa banyak kelemahan, pada lain, perhatian dan komunikasi khusus dosen terhadap mahasiswa secara individu jadi kurang, pengenalan dosen terhadap perkembangan intelektual masing-masing mahasiswa terhitung jadi kurang, khususnya di kelas-kelas besar. Kelemahan-kelemahan selanjutnya mampu memicu metode ini jadi tidak/kurang efektif.

Mengutip postingan Good & Brophy (1995), Glenda Wilkes, Ph.D1 mengatakan bahwa metode kuliah mampu jadi metode mengajar yang efisien kalau disusun dan di sediakan secara sistematis. Ia terhitung menyajikan beberapa hasil penelitian yang membuktikan bahwa kejelasan, organisasi, dan pengaturan kecepatan (pacing) merupakan ciri utama kuliah yang efektif.

Kejelasan

Hasil penelitian McCaleb dan White (1980) membuktikan bahwa metode kuliah (ceramah) yang dibagi jadi empat anggota mampu mendukung pemahaman mahasiswa dapat materi ceramah. Empat anggota itu adalah: (1) tujuan kuliah (ceramah) dinyatakan secara paham di awal kuliah; (2) pokok-pokok bahasan perlu di sediakan dan lantas dirangkum ulang; (3) di pada bagian-bagian itu diberikan transisi (jembatan yang menyambungkan pada satu anggota bersama anggota berikutnya); dan (4) isikan kuliah (ceramah) selanjutnya lantas dirangkum terhadap akhir kuliah. Penelitian Smith dan Land (1981) mendapatkan bahwa kejelasan dalam suatu kuliah mampu dicapai bersama kurangi hal-hal yang tidak paham (samar-samar) dalam materi kuliah tersebut. Istilah-istilah yang tidak paham itu meliputi kalimat layaknya ‘seseorang,’ ‘sesuatu,’ ‘di suatu tempat,’ ‘di suatu saat,’ dsb. Kata-kata selanjutnya tidak memberikan uraian yang paham berkenaan siapa, apa, di mana, dan kapan yang dimaksudkan.. Kata-kata layaknya ‘hampir’ dan ‘semacam’ terhitung terhitung kalimat yang tidak paham gambarannya. Demikian pula bersama kalimat ‘beberapa,’ ‘sebagian,’ dan ‘banyak’.

Oleh gara-gara itu, kalau Anda idamkan tingkatkan efektivitas kuliah (ceramah) Anda, coba menyusun materi kuliah Anda jadi empat anggota layaknya hasil penelitian McCaleb dan White di atas dan mencermati serta kurangi kalimat tidak paham yang Anda pakai dalam kuliah Anda. Tentu saja, sebagai dosen yang terhitung peneliti, Anda kudu mencermati hasil percobaan itu dan melacak paham mengapa sukses atau mengapa tidak sukses (dan membuktikan bukti/datanya!).

Pengorganisasi

Hasil penelitian Mayer (1982) membuktikan bahwa apa yang diucapkan dosen di awal dan di akhir kuliah dapat diingat paling lama oleh mahasiswa. Dengan mencermati anggota awal (pembukaan) dan akhir (penutup) kuliah, kala perhatian mahasiswa lebih terfokus, dapat memicu kuliah selanjutnya makin lama efisien (Murray dan Murray, 1992). Bagian awal kuliah adalah saat-saat yang kronis untuk menarik perhatian mahasiswa.

Untuk tingkatkan kejelasan kuliah Anda, coba mengajukan pertanyaan, di awal kuliah, yang jawabannya dapat Anda berikan dalam materi kuliah tersebut. Dengan demikian, Anda memicu mahasiswa membayangkan pertanyaan selanjutnya dan memusatkan perhatiannya untuk mendapatkan jawaban itu dalam materi kuliah yang dapat Anda berikan. Anda terhitung mampu menarik perhatian mahasiswa bersama menunjukkan, di awal kuliah Anda, ada suatu dilemma (yang nanti Anda pecahkan dalam materi kuliah), data statistik yang menarik, atau menceritakan suatu kisah atau perihal yang menarik dan relevan, atau menempatkan kuliah Anda terhadap konteks sejarah. Demikian pula, pakai sebaik-baiknya beberapa menit di akhir kuliah Anda untuk memicu mahasiswa lebih lama mengingat isikan kuliah Anda terhadap hari itu. Cobalah merangkum konsep-konsep perlu dalam kuliah yang Anda berikan bersama pakai overhead projector (OHP) sehingga memudahkan mahasiswa menuliskannya dalam catatan kuliah mereka. Atau, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat Anda jawab dalam perkuliahan seterusnya sehingga mahasiswa terbiasa mengharapkan ada sesuatu yang perlu dan relevan di akhir tiap-tiap kuliah Anda.

Mengatur kecepatan bicara merupakan unsur perlu dalam berkomunikasi yang baik. Penyajian kuliah secara cepat bisa saja mampu dilaksanakan kala mengulas materi sudah dikenal atau sudah diketahui mahasiswa sebelumnya. Akan tetapi, untuk materi baru, atau yang belum dikenal baik, dan yang di dalamny

Sumber : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Baca Juga :