Mendikbud: Upah Honorer Setara UMR

Mendikbud Upah Honorer Setara UMR
Mendikbud Upah Honorer Setara UMR

Mendikbud: Upah Honorer Setara UMR

Mendikbud Upah Honorer Setara UMR
Mendikbud Upah Honorer Setara UMR

Mendikbud Muha­djir Effendy mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

memberikan atensi terhadap usulannya terkait tunjangan untuk guru honorer K2 agar dimasukkan ke DAU (dana alokasi umum).

“Saya sudah usulkan kepada Bu Menkeu, dan beliau sangat memberikan atensi agar guru ho­norer yang belum bisa diangkat men­jadi ASN, baik PNS atau PPPK supaya dapatkan tunja­ngan atau honorarium yang ber­sumber dari DAU,” ucap Muha­djir di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8).

Sesuai usulan yang telah disam­paikan Kemendikbud ke Ke­menkeu, honorarium

yang diberikan kepada guru hono­rer setidaknya setara dengan upah minimum regio­nal (UMR) di masing-masing daerah.

Selain itu, mantan rektor Uni­ver­sitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga sudah dua kali

rapat dengan Kemen­keu, untuk memastikan terse­dianya ang­garan dari APBN untuk menggaji guru yang diangkat menjadi ASN, baik PNS maupun PPPK (pegawai kontrak dengan perjanjian kerja).

Hal ini guna memastikan tidak ada lagi daerah yang keku­rangan dana untuk meng­gaji guru. Mengenai sumber pembiayaan­nya akan disalurkan melalui DAU untuk pendidikan.

Dengan begitu, daerah tidak ada alasannya lagi ketika dibe­rikan jatah kuota peneri­maan guru PNS maupun PPPK.

Menurut Muhadjir, Menkeu Sri Mulyani sudah menyam­paikan bah­wa tahun depan DAU pendidikan akan dikunci hanya untuk pendidikan saja. Tidak boleh digunakan untuk yang lain karena memang sebagian besar peruntukannya untuk gaji dan tunjangan guru.

“Dengan begitu kita harapkan masalah ini akan selesai, soal guru honorer dan seterusnya. Tahun ini (DAU pendidikan) Rp154 miliar, tahun depan kami belum tahu, pasti lebih dari itu. Karena setiap tahun pasti naik,” tandas Muhadjir.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/