Menilik Perjuangan Sang Juara 2 “Pastry” LKS 2019

Menilik Perjuangan Sang Juara 2 Pastry LKS 2019
Menilik Perjuangan Sang Juara 2 Pastry LKS 2019

Menilik Perjuangan Sang Juara 2 “Pastry” LKS 2019

Menilik Perjuangan Sang Juara 2 Pastry LKS 2019
Menilik Perjuangan Sang Juara 2 Pastry LKS 2019

Adonan demi adonan tercampur dalam putaran mixer yang dikendalikan dara kelahiran Bandung,

19 tahun lalu, Syfaa Tsaaniyatun Nisaa. Seperti telah menyatu dengan kehendak hati, tangannya pun lihai membentuk beraneka ragam kue kering hingga mengantarkannya meraih juara 2 dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2019 di bidang pastry cook.

Hobinya mengolah aneka macam kue yang membuat Syifaa memutuskan mengambil jurusan pastry di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Kota Bandung. Selain pilihannya tersebut mendapat dukungan penuh orang tua, Syfaa juga ternyata memiliki kerabat yang memproduksi kue hingga ia bisa memaksimalkan kemampuannya.

Perjuangan Syifaa mengikuti ajang LKS ini tidaklah mudah. Selain kesulitan mengatur waktu

, ia pun harus melewati berbagai tahapan seleksi. Sebelumnya, Syifaa harus mengikuti seleksi pada September di tingkat sekolah dan pada Oktober mengikuti seleksi di 13 kota/kabupaten. Usahanya pun membuahkan hasil, ia berhasil mengalahkan pesaingnya di tingkat kota.

“Saingan saya paling kuat dari Jakarta. Tetapi saya tetap percaya diri karena sudah berlatih maksimal,” ucapnya.

Selama 3 hari mengikuti perlombaan, mojang Bandung itu berkutat di dapur selama 6 jam

untuk memasak beraneka ragam kue. Mulai dari kue sus, cake, cookies, produk coklat, plate dessert hingga holistik. Karena dituntut mempresentasikan karyanya dan harus memenuhi penilaian juri mulai dari penampilan, rasa, kecepatan pembuatan hingga kebersihan, Syifaa pun berusaha memberikan yang terbaik.

Selain menjadi juara di berbagai kompetisi, kemampuan Syifaa di bidang pastry ini juga memberi keuntungan tersendiri. Tak jarang ia menerima berbagai pesanan kue dari tetangga. “Walaupun infonya dari mulut ke mulut, tetapi hasil dari membuat kue menjadi kebanggan tersendiri bagi saya. Setidaknya, saya bisa mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan di sekolah. Selain itu, kalau tidak sering praktik, kadang tangan jadi kaku,” ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Syfaa berencana menggapai cita-citanya dengan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi dan mengambil jurusan yang bisa meningkatkan kemampuannya. Hadiah berupa uang pembinaan yang ia dapatkan, akan dimanfaatkannya untuk biaya kuliah.***

 

Sumber :

https://dogetek.co/syarat-dan-rukun-shalat/