Puluhan Sekolah Ramah Anak

Puluhan Sekolah Ramah Anak
Puluhan Sekolah Ramah Anak

Puluhan Sekolah Ramah Anak

Puluhan Sekolah Ramah Anak
Puluhan Sekolah Ramah Anak

Puluhan sekolah di Kota Bekasi masuk dalam kategori Sekolah Ramah Anak

(SRA). Sekolah tersebut mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA. Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi, Rita Hartari.

Dirinya menyebutkan ada 60 sekolah yang masuk dalam kategori SRA diantaranya SMP Negeri 12,

SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1,”Tiga sekolah ini di antara sekolah yang telah menerima Surat Keputusan (SK) SRA,”kataya.

“60 sekolah sudah mendapatkan (SK) dari Dinas Pendidikan sebagai dasar predikat SRA menindaklanjuti instruksi wali kota,” sambungnya.

Menurutnya, SRA merupakan salah satu yang terpenting untuk mendukung program Kota laik anak,”Perlu diketahui, perwujudan SRA adalah bagian terpenting dalam rangka mengupayakan Kota Bekasi sebagai Kota Laik Anak (KLA),” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMPN 1 Kota Bekasi Ismukti Jono mengatakan,

sekolah ramah anak merupakan sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. UU No 23 pasal 4 tahun 2002 tentang perlindungan anak berbunyi bahwa, anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar dan sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Selain menjemput siswanya di pintu gerbang sekolah, SMPN 1 Kota Bekasi juga melakukan pelayanan kepada siswa dalam hal merangsang siswa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Permasalahan-permasalahan tersebut menurut keterangan Ismukti Jono seperti permasalahan pribadi, permasalahan anak dengan orang tua, permasalahan anak dengan rumah maupun permasalahan anak dilingkungan sekolah.

“Jadi kita layani, kita bantu permasalahan hingga bisa mandiri. Untuk lingkungan keluarga, jadi yang pertama kalo dia ada masalah, misalnya anak dengan orang tua lalu anak itu tidak mau sekolah, jadi anak itu kita ajak bicara. Kita konseling, kita bantu permasalahannya dengan orang tua anak dan wali kelasnya sehingga ada perubahan perilaku,”terangnya.

 

Baca Juga :