Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini

Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini
Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini

Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini

Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini
Realme Kirimkan 25 Juta Ponsel selama 2019, Targetkan Ganda Tahun Ini

Selain mengumumkan ponsel 5G Realme X50, brand ponsel termuda asal China

juga mengungkapkan target perusahaan tahun ini.

Dilansir dari Reuters (7/1/2020), selama presentasi di sebuah acara di China, pendiri dan CEO Realme, Sky Li, menyampaikan rencana ambisius perusahaan, yakni untuk mengirim ponsel dua kali lebih banyak pada 2020 dibandingkan dengan 2019.

Sky Li mengumumkan Realme berhasil mengirimkan 25 juta smartphone dalam 12 bulan terakhir, yang artinya, rencana untuk tahun 2020 adalah 50 juta unit ponsel akan didistribusikan.

Caranya, dengan memperkenalkan perangkat dengan spesifikasi mengesankan dengan harga agresif, dikombinasikan dengan pertumbuhan pasar yang diharapkan berkat penyebaran jaringan 5G.

Realme merupakan brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat tahun lalu

, khususnya di Indonesia dan India. Vendor berharap konsumen membeli ponsel baru tahun ini yang kompatibel dengan infrastruktur 5G yang berkembang di negara itu.

Perangkat Realme X50 5G dihargai mulai 2.499 yuan atau sekitar Rp5 juta, menandai ponsel 5G termurah yang ada di dunia saat ini.

Chase Qi, presiden pemasaran global di Realme, mengatakan ia berharap banyak konsumen akan memg-upgrade ponsel mereka karena jaringan 5G meluas.

Dia juga mengatakan perusahaan akan fokus pada penjualan di Eropa dan Timur Tengah tahun ini.

 

Pengiriman brand tumbuh di Indonesia dan India hampir empat kali lipat antara Q3 2018 dan Q3 2019, menurut data dari perusahaan riset IDC.

Will Wong, analis IDC yang melacak ponsel pintar Tiongkok, mengatakan meskipun negara China adalah pasar baru bagi Realme, namun perlahan perusahaan akan menjadikannya prioritas karena 70% dari pasar masih low-end hingga menengah.

 

Baca Juga :