Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda

Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda
Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda

Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda

Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda
Talkshow Dvillage Angkat Optimisme Pemuda

Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan pada tahun 2020-2031 Indonesia akan menerima bonus demografi usia penduduk produktif mencapai 70 persen. Untuk memaksimalkan potensil tersebut, pemuda dituntut mampu mengetahui peran apa yang harus mereka ambil. Didasari oleh hal tersebut Dvillage Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar talkshow bertajuk Youth Optimism of Indonesia. Berlangsung pada Minggu (25/3).

Dimoderatori oleh Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT, kegiatan talkshow

yang diadakan malam itu bertujuan untuk memberikan pemahaman pada generasi muda, tentang peran yang akan mereka ambil dalam membangun bangsa menjadi lebih baik. Bertempat di Townsquare Surabaya, workshop yang berlangsung pada sabtu malam itu diharapkan mampu memberikan motivasi bagi para pemuda untuk memksimalkan potensi yang mereka miliki.

BACA JUGA – ITS Sukses Gelar Lomba Konstruksi Jembatan Antar SMA/SMK Se-Indonesi

Brand Manager AXE Unilever Indonesia, Raditya Beer mengungkapkan perubahan dunia

yang semakin cepat ikut mengarahkan manusia menjadi konseumen yang selektif. Hal itu terbukti dengan berdirinya berbagai industri kreatif di bidang makanan, pakaina dan produk kriya. “Pemuda harus mampu menunjukkan perannya dalam menghadapi perubahan tersebut,” ujarnya memulai talkshow.

Radit menambahkan di era global ini pemuda Indonesia harus memiliki pemikiran kreatif di bidang industri atau bisnis. Pasalnya pertumbuhan industri yang menggeliat dan munculnya berbagai persaingan menuntut pemuda untuk berpikir kritis terhadap permasalahan tersebut.”Kreatif dan kritis menjadi sangat penting dalam menyambut perubahan dunia dan gaya hidup manusia,” tambahnya.

Ketika ditanya bagaimana mempersiapkan daya saing pemuda dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

(MEA}. Radit menerangkan sudah seharusnya pemuda melihat persaingan ekonomi dengan perspektif berbeda. Mereka harus memiliki pemikiran yang jauh kedepan guna mengembangkan dirinya. Selain itu generasi muda Indonesia harus memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, agar tidak terjebak oleh permasalah yang rumit. “Para pemuda harus mampu memberikan complex problem solving,” jelasnya.

Pendiri Good News from Indonesia selaku pembicara kedua,Akhyari Hananto menjelaskan indeks daya saing Indonesia menempati posisi ke-36 sesuai data dari “World Economic Record.Untuk itu, Indonesia harus memiliki sumber daya yang memadai untuk menunjang majunya bangsa ini. Memasuki bonus demografinya, di tahun 2030 Indonesia termasuk dalam lima negara dengan ekonomi terbaik setelah Cina, Amerika Serikat, India dan Jepang.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/